Kamis, 11 Februari 2016

Rindu Ku Padamu Wahai Ahlussunnah

.:: Rindu Ku Padamu Wahai Ahlussunnah ::.



Ahlussunnah...
Siapakah sebetulnya dirimu?
Mengapa di luar sana banyak yang menyebut-nyebut namamu?
Yang mengaku bahwa merekalah ahlussunnah itu.

Semudah itu kah meng-klaim diri "Saya Ahlussunnah"?
Bukankah setiap pengakuan harus dilandasi dengan bukti dan konsekuensi?

Yang ku tahu, dirimu adalah sosok yang selalu berusaha mengikuti sunnah Nabimu صلى الله عليه وسلم dan sunnah para sahabatnya رضي الله عنهم أجمعين dalam setiap amalmu.

Imam Ibnul Jauzi رحمه الله berkata, ”Tidak diragukan bahwa orang yang mengikuti atsar (sunnah) Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para sahabatnya adalah Ahlussunnah." [Lihat Talbiis al-Ibliis hal. 16].

Sedangkan yang ku lihat, amal mereka sangat berbeda jauh dengan amalmu wahai Ahlussunnah.

Aku jadi heran...
Apa yang membuat mereka mengaku-ngaku bahwa merekalah Ahlussunnah itu?

Apakah karena tingginya kedudukanmu?
Apakah karena mulianya mengikuti sunnah Nabimu?
Ataukah mereka mengaku Ahlussunnah, tapi hanya sekedar pengakuan belaka tanpa bukti?

Seorang penyair mengatakan,

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً بِلَيْلَى

"Setiap lelaki mengaku kekasih Laila"

وَلَيْلَى لاَ تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ

"Namun Laila tidak pernah mengakuinya"


Wahai Ahlussunnah...
Ada yang ingin ku katakan kepadamu.

Aku ingin kau tahu bahwa...
Begitu rindunya aku padamu.
Rindu ingin bertemu denganmu.
Rindu melihat wajahmu yang teduh,
yang menandakan tawadhdhu' nya hatimu.
Rindu ingin duduk-duduk bersama denganmu.
Rindu mendengar nasihat-nasihat dan petuah yang selalu kau berikan untukku.
Nasihat yang menenangkan hati.
Nasihat yang begitu membekas di hati.
Karena ku tahu, engkau menasihatiku dengan ketulusan hatimu.

Wahai Ahlussunnah...
Engkau selalu menasihatiku agar aku semangat dalam menuntut Ilmu.
Sehingga aku dapat mengetahui Ilmu yang bermanfaat dan tidak bermanfaat.

Engkau selalu menasihatiku agar aku mengikhlaskan ibadahku semata-mata hanya untuk Allah.
Menjauhkan riya', sum'ah, ujub, dan mengharapkan pujian manusia.
Karena itu semua adalah perusak amal.

Engkau selalu menasihatiku agar aku berusaha mencontoh sunnah Nabimu dan para sahabatnya.
Walaupun konsekuensinya terkadang hinaan dan cacian datang menghampiri, tapi aku harus sabar.

Engkau selalu menasihatiku agar aku berbakti kepada kedua orangtua ku, karena disanalah ada jalanku untuk mendapatkan surga-Nya.

Walaupun terkadang terasa berat bagiku melakukannya.
Dan masih banyak nasihat-nasihatmu yang membuat kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya bertambah.

Wahai Ahlussunnah...
Berilah aku nasihatmu selalu,
Karena tidak ada nasihat yang dapat menenangkan hatiku, menyejukkan qolbuku,
melainkan nasihat darimu wahai Ahlussunnah...

Imam Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله berpesan, “Hendaklah kalian saling berpesan kepada Ahlussunnah dengan kebaikan, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang asing.”

Rindu Ku Padamu Wahai Ahlussunnah...
___________
✏ Akhukum fillah, Eno Fakhrezi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar