.:: Anda Galau? Obatilah Dengan Memperbanyak Dzikir Kepada Allah ::.
Anda sering merasa galau?
Hati anda sering gundah?
Perasaan anda selalu gelisah?
Apa yang biasanya anda lakukan?
Mendengarkan musik? Hang out? Pergi ke bioskop? Atau pergi mencari tempat hiburan lainnya???
Pernahkah anda mencoba menghilangkan perasaan itu dengan berdzikir kepada Allah?
Coba...
Mulai saat ini, bila anda merasa galau, gundah, gelisah, segeralah berdzikir kepada Allah.
Karena dengan berdzikir kepada Allah, niscaya hati akan menjadi tenteram.
Siapa yang memberikan resep untuk menghilangkan rasa galau, gundah, gelisah itu?
Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui isi hati hamba-hamba-Nya, yaitu Allah سبحانه وتعالى
Dia (Allah) سبحانه وتعالى berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗأَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, niscaya
hati akan menjadi tenteram." [QS. Ar-Ra'du : 28].
Ketahuilah bahwa lisan Nabi kita, Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah berhenti berdzikir.
Ummul mukminin 'Aisyah رضي الله عنها berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ
"Adalah Nabi صلى الله عليه وسلم selalu mengingat Allah dalam setiap
keadaannya." [HR. Muslim 373, Abu Dawud 18, At-Tirmidzi 3384, dan
selainnya].
Dzikir merupakan ibadah lisan yang memiliki
ketergantungan dengan hati dan fikiran. Dan ibadah ini memiliki
keutamaan yang sangat banyak.
Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada orang mukmin untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah kepada Allah, dengan mengingat sebanyak-banyaknya." [QS. Al-Ahzab : 41]
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
"Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” [QS. Al-Ahzab : 42].
Diriwayatkan dari Abu Darda’ رضي الله عنه ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
أَلاَ أُُنَبِّئُكُمْ بِخَيرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ
"Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabb kalian, dan dapat mengangkat derajat kalian,
وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ
مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ
وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ ؟
"Dan lebih baik bagi kalian dari
pada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari pada
bertemu dengan musuh kalian lantas kalian memenggal leher mereka atau
mereka memenggal leher kalian?"
قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ !
Para sahabat yang hadir berkata, 'Mau wahai Rasulullah!'
قَالَ : (( ذِكْرُاللهِ تَعَالَى))
Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Berdzikir kepada Allah Yang Maha
Tinggi.” [HR. At-Tirmidzi 3377, Ibnu Majah 3790, dan Al-Hakim I/ 496,
dari Sahabat Abu Darda’ رضي الله عنه Lafazh hadits ini lafazh
At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi].
Berikut ini di antara lafadz-lafadz dzikir yang Nabi صلى الله عليه وسلم
ajarkan dan bisa untuk kita amalkan setiap hari setiap saat :
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Barangsiapa membaca, سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin : Subhaanallaahi wa Bihamdihi
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya),
Dalam sehari 100x, maka kesalahan-kesalhannya akan dihapus sekalipun
sebanyak buih dilautan." [HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2071].
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Ada dua kalimat yang ringan
diucapkan lisan, namun (pahalanya) berat di timbangan, dan dicintai oleh
Ar-Rahman (Allah), yaitu :
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Latin : Subhaanallaahi wa Bihamdihi, Subhaanallaahil 'Adzhiimi
(Maha Suci Allah dan Segala Puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung)." [HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072].
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Barangsiapa membaca, سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin : Subhaanallaahil 'Adzhiimi wa Bihamdihi
(Maha Suci Allah Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya),
Niscaya akan ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga."
[HR. At-Tirmidzi 5/511 dan Al-Hakim 1/501 dan beliau menshahihkannya,
serta disetujui oleh Adz-Dzahabi. Lihat pula Shahiih al-Jaami' 5/531 dan
Shahiih at-Tirmidzi 3/160].
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat,
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin : Subhaanallaahi wa Alhamdulillaahi wa Laailaaha illallaahu wa Allaahu Akbar
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak
diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan Allah Maha Besar),
Tidak mengapa bagimu untuk memulai dengan yang mana saja di antara kalimat tersebut." [HR. Muslim 3/1685].
"Amal-amal shalih yang ikhlas dan pahalanya kekal bagi pelakunya selama-lamanya adalah,
سُبْحَانَ اللهِ وَالْـحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
Latin : Subhaanallaahi wa Alhamdulillaahi wa Laailaaha illallaahu wa Allaahu Akbar wa Laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi
"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak
diibadahi dengan benar kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya
dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
[Diriwayatkan
oleh Ahmad 513, menurut penomoran Ahmad Syakir, sanadnya shahiih, lihat
Majma' az-Zawa'id 1/297. Ibnu Hajar menisbatkannya dalam Bulugh al-Maram
dari riwayat Abu Sa'id kepada An-Nasai. Ibnu Hajar berkata,
"Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim].
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari رضي الله عنه Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْـحَيِّ وَ الْـمَيِّتِ
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak
berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang
hidup dengan orang yang mati." [HR. Al-Bukhari 6407/Fathul Baari
XI/208].
Lalu bagaimana cara Nabi صلى الله عليه وسلم berdzikir?
Nabi صلى الله عليه وسلم menghitung dzikir dengan menggunakan jari tangan beliau.
Sebagaimana diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Amr bin 'Ash رضي الله عنه beliau menceritakan,
رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ
“Saya melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم menghitung dzikir beliau
dengan tangannya.” [HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syu'aib
Al-Arnauth].
Dan diriwayatkan pula dari sahabat wanita, Yusairah رضي الله عنها beliau mengatakan,
Rasulullah صلى الله عليه وسلم berpesan kepada kami (para sahabat wanita),
يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ
وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ
بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ
“Wahai
para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil,
mensucikan nama Allah. Dan janganlah kalian lalai, sehingga melupakan
rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan
ditanya dan diminta untuk bicara.”
[HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Tirmidzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani].
____________________
✏ Akhukum fillah, Eno Fakhrezi